Kamera Fujifilm X-E series selalu menjadi pilihan alternatif dari kamera model X-Pro. Kamera dengan harga 899 U.S dollar ini hampir sepenuhnya menyamai fitur X-Pro2, hingga para penggunanya mengalami kesulitan dalam membedakannya.

Secara spesifikasi, kamera ini medekati X-T20. X-E3 adalah retrospektif dari kamera analog. Dibandingkan X-E2/X-E2s sebelumnya, kamera ini memiliki garis yang lebih bersih serta ukuran yang relatif lebih kecil. Bisa dibilang, X-E3 merupakan model X series paling kecil yang dilengkapi viewfinder.

Perbedaan dengan model X-Pro adalah viewfinder dari X-E hanya bisa menggunakan mode elektronik, sedangkan X-Pro memiliki fitur mode optikal dan elektronik.

X-E3 mengganti fitur tombol di bagian belakang menjadi autofocus point joystick, dan touchscreen yang dapat digunakan untuk menggerakkan AF point saat sedang mengambil gambar, mengakses ISO, film simulation, AF mode, atau white balance.

Terlebih lagi, ISO control yang berada di depan memungkinkan pengguna mengatur lensa, mengontrol kecepatan shutter, f-stop, dan ISO dalam satu genggaman.

Dibandingkan X-T2,berat X-E3 50 gram lebih ringan dan bahkan terasa lebih kecil dari kelihatannya. Kamera ini juga merupakan kamera Fujifilm pertama yang menggunakan Bluetooth Low Energy connectivity, yang berarti bisa langsung mengirim gambar (JPEG only) ke perangkat lain secara langsung.

Satu-satunya masalah dari desain X-E3 adalah tempat memory card/baterai terhalang saat menggunakan tripod.

Kamera ini memiliki sensor 24-megapixel X-Trans CMOS III dan X Processor Pro pairing. X-E3 juga mewarisi 91-point AF system dari X-Pro2. Kamera ini dapat mengambil gambar sampai 8 frame per second, atau 14 frame jika menggunakan electronic shutter. Walaupun bukan dibuat sebagai profesional filmmaking, X-E3 sambungan HDMI dan lubang microphone, dan dapat merekam video hingga mendekati kualitas 4K.

Kisaran harga X-E3 899 U.S dollar untuk unit kamera, 1,300 dollar jika ditambah 18-55mm kit, atau 1,150 dollar jika mengambil lensa XF 23mm f/2.

 

LEAVE A REPLY