VR atau Virtual Reality merupakan teknologi yang sedang terkenal selama beberapa tahun belakangan. Siapa yang mengira teknologi yang sebelumnya hanya semacam konsep science fiction akhirnya beredar di masyarakat. Apa aja sih yang perlu diketahui seputar teknologi VR? Berikut adalah pembahasannya.

Dasar-dasar VR

Teknologi Virtual Reality adalah teknologi yang dirancang untuk membuat gambar 3D yang realistis yang dapat berinteraksi dengan orang-orang hingga terasa nyata. Berbeda dengan AR (augmented reality), yang menggunakan gambar dunia nyata dan menaruh objek lain disana, seperti HoloLens. VR lebih kearah membuat lingkungan yang sepenuhnya baru dan terasa nyata.

Di pasaran, teknologi VR biasanya baru sebatas penglihatan, pendengaran, dan interaksi dengan tangan. Dan untuk kedepannya, teknologi ini bahkan akan mengembangkan interaksi seperi sensasi sentuhan dan aroma. Benar-benar seperti cerita fantasi science fiction yang menjadi nyata.

VR Headset

Teknologi VR membutuhkan perangkat utama, yaitu VR Headset. Banyak versi dan spesifikasi dari perangkat ini yang sudah dijual, mulai dari yang merek bagus dengan spesifikasi tinggi (biasanya untuk PC) hingga yang dapat men-support smartphone.

Bagaimana caranya perangkat ini dapat bekerja? Berikut adalah komponen-komponen yang membuat perangkat ini bekerja.

  • Content feeds: Data yang ditampilkan, berasal dari komputer, konsol, atau ponsel.
  • Kontrol: VR Headset memberikan para pengguna kendali untuk dapat melihat sekeliling mereka. Perangkat tambahan lainnya ada handheld controller (seperti controller Nintendo Wii) atau yang sudah berbentuk seperti pistol atau pedang.
  • Display: Layar dimana gambar-gambar yang ada ditampilkan ke mata para pengguna. Teknologi yang lama menampilkan dua layar display terpisah,untuk masing-masing mata. Namun sekarang sudah ada teknologi yang hanya menggunakan satu layar saja.
  • Lensa: Banyak headset menggunakan lensa untuk membantu mata untuk melihat secara fokus sehingga gambar-gambar terasa nyata. Versi yang lebih canggih bahkan memiliki pengaturan lensa agar gambar lebih nyata dan mencegah kelelahan pada mata.
  • Sudut pandang: Kebanyakan headset diatur dalam sudut 100 sampai 120 derajat.
  • Frame Rate: Semakin tinggi frame rate, semakin gambar menjadi terlihat halus dan nyata. Frame rate yang digunakan biasanya sekitar 60 sampai 120 FPS.
  • Tracking Sensor: Sensor yang digunakan agar perangkat dapat mengetahui para pengguna menggerakkan kepala, tangan, dan tubuh mereka.
  • Audio: Audio bisa merupakan bagian dari headset itu sendiri atau menggunakan speaker headset terpisah, tergantung VR headset yang digunakan.

VR dan Seberapa Nyatanya

Teknologi VR dituntut untuk memberikan pengalaman interaksi yang nyata dengan lingkungan virtual yang digunakan. VR dibagi menjadi beberapa kategori untuk hal ini.

  • Non-Immersive: Dimana VR juga membutuhkan bantuan dari elemen dunia nyata, yang biasanya dapat memberikan efek sakit kepala.
  • Semi-Immersive: VR menggunakan kombinasi dengan objek nyata, seperti kokpit pesawat.
  • Fully Immersive: Kategori ini membuat lingkungan yang hampir sepenuhnya digital.

Kalau membaca tentang VR, mimin serasa berada di dunia Abad 22, tempat lahirnya Doraemon…

LEAVE A REPLY